Asesmen Mettl UntukTenaga Sales B2B Potensial-Berpengalaman(B2B Sales-Experienced)-Bahasa

sample
sample@mettl.com
Test Taken on:
Report Version as on:
Finish State: Normal
Registration Details
Alamat Email: sample@mettl.com
Nama Depan: Sample
Nama Belakang: Not filled
Tanggal lahir: May 14, 1945
Nomor Kontak/ Nomor Telepon: Not filled
Jenis kelamin: Not filled
Negara: Not filled
Bagaimana Menafsirkan Laporan?
Saat menafsirkan hasil tes, perlu diingat bahwa skor yang tertulis tidak menunjukkan baik atau buruknya seseorang, tetapi cocok atau tidaknya orang tersebut dengan jenis pekerjaan tertentu. Karena hasil bergantung pada bagaimana seseorang menilai perilakunya sendiri, keakuratan hasil bergantung pada kejujuran dan kesadaran diri seseorang saat mengerjakan tes.

Asesmen ini mengukur sifat dan kepribadian terkait pekerjaan yang mungkin tecermin dalam perilaku kerja sehingga memengaruhi keberhasilan dalam pekerjaan. Untuk menggunakan laporan ini secara maksimal:

1. Bacalah rekomendasi keseluruhannya terlebih dahulu.Berdasarkan  kebutuhan Anda, mungkin Anda ingin memprioritaskan kandidat yang 'direkomendasikan', lalu kandidat yang 'direkomendasikan dengan catatan'.
2. Jika Anda memilih di antara kandidat berbeda dengan rekomendasi yang sama, bacalah hasil kompetensinya. Perhatikan kompentensi yang Anda yakini penting untuk keberhasilan kandidat dalam jabatannya,dan gunakan skor untuk membantu Anda memprioritaskan kandidat yang dipilih untuk tahap selanjutnya.
3. Harap diIngat: Evaluasi ini hanya salah satu bahan pertimbangan. Saat mempekerjakan seseorang, Anda disarankan juga membaca informasi lainnya– pengetahuan fungsional dan pengetahuan tentang pekerjaan, latar belakang dan perilaku di masa lalu (misalnya melalui wawancara perilaku yang terstruktur), pemeriksaan referensi, dll. di samping evaluasi kepribadian ini.
4. Penggunaan Gaya Memberi respons dalam rangka rekruitmen /Seleksi , Gaya menjawab soal yang ideal adalah gaya response yang Genuine ( alami) dan hal ini direkomendasikan untuk diadakan analisis lebih lanjut . Namun , apabila gaya kandidat menunjukkanSifat Sosial yang diinginkan ( Social Desirability), ia perlu dipertimbangan dengan catatan. 
Kami tidak merekomendasikan kandidat yang menunjukkan gaya memberi respons yang ektrem, bertendensi netral, jawaban asal saja karena hal ini menunjukkan kandidat belum mencoba asesmen  dengan cara yang diharapkann, dan tidak mencerminkan pemahaman tentang kepribadiannya karena hal itu tidak memberikan gambaran tentang  tanggapan asli kandidat.Hal ini pada gilirannya tentu mengganggu keputusan yang sedang berjalan, sehingga kandidat dapat dipertimbangkan untuk pengujian ulang. Berbagai kasus seperti ini biasanya tidak dipertimbangkan untuk analisis skor / statistik terperinci jika diperlukan lebih lanjut.
Response Style: Asli

Explanation of response style:

Asli: Tidak ada masalah atau tanda bahaya yang terlihat dari gaya kandidat menjawab soal.

Keinginan Sosial: Jika lebih dari 75% jawaban menunjukkan adanya upaya untuk memberikan hasil positif palsu atau terlihat ingin mengikuti 'kepatutan sosial'.

Jawaban Ekstrem: Jika lebih dari 75% jawaban pertanyaan menandakan bahwa seseorang secara konsisten setuju dengan pernyataan di sisi atas atau sisi bawah.

Tendensi Netral: Jika jawaban tengah (netral) dipilih lebih dari 30%.

Jawaban Asal: Jika lebih dari 95% jawaban yang dipilih arahnya sama (misalnya, jika kandidat memilih 'paling mirip dengan saya' atau 'mirip dengan saya' dari pernyataan sisi kanan atau kiri saja)

RINGKASAN EKSEKUTIF
Pengetahuan Sales
Rekomendasi berdasarkan Pengetahuan Sales

Tidak Direkomendasikan

Kekuatan

NONE

Bidang Pengembangan

Pra Qualifikasi: Rendah

Presentasi: Rendah

Manajemen Kesan: Rendah

Kepribadian Sales
Rekomendasi berdasarkan Kepribadian Sales

Direkomendasikan dengan Catatan

Kekuatan

NONE

Bidang Pengembangan

Orientasi Pada Layanan Pelanggan: Perlu belajar memperhatikan dan belajar menjadi responsif pada pelanggan dan juga kebutuhan mereka.

Orientasi Pada Pencapaian: Perlu belajar untuk mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan dan interaksi,, situasi keadaan dan keputusan. Perlu menyusun standar yang tinggi.

Orientasi Pada Hasil: Perlu memperbaiki pendekatan penjualan dengan cara menetapkn berbagai tujuan untuk diri sendiri dan bekerja keras dalam rangka mencapai berbagai tujuaan tersebut.

PENGETAHUAN SALES
Values shown in above chart are sten scores
Rendah Sedang Tinggi
Pra Qualifikasi: Rendah

Cenderung tidak proaktif dalam mencari informasi mengenai adanya kemungkinan penjualan baru. Cenderung tidak dapat mengevaluasi potensi prospek atau mendekatinya.

Manajemen Kesan: Rendah

Cenderung tidak terampil dalam mengenali pentingnya kesan pertama. Cenderung tidak bisa mengembangkan rasa saling menghormati atau hubungan dengan klien. Cenderung tidak bisa menunjukkan sikap ketulusan.

Presentasi: Rendah

Cenderung tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan klien. Cenderung tidak percaya diri saat menjelaskan fitur produk/layanan kepada klien, sesuai dengan harapan mereka.

Mengatasi Keberatan: Sedang

Agaknya cenderung sabar dan tenang ketika menjawab keberatan dan pertanyaan klien. Terkadang gigih dan optimis saat menghadapi penolakan dari klien.

Mempengaruhi dan Menyakinkan: Sedang

Agaknya memiliki kemampuan untuk menjadi negosiator yang baik. Cenderung terkadang persuasif saat berinteraksi dengan klien. Terkadang dapat meyakinkan klien tentang manfaat produk/layanan yang dimiliki.

Kesepakatan Transaksi: Rendah

Cenderung tidak terampil dalam menganalisis situasi secara akurat dan menilai kapan harus berusaha untuk menutup penjualan. Cenderung tidak akan berhasil memimpin proses penjualan pada kesimpulan yang saling menguntungkan.

KEPRIBADIAN SALES
Pengaturan Diri
Values shown in above chart are sten scores
Rendah Sedang Tinggi
Pengendalian Diri: Rendah

Cenderung tidak begitu mampu memperhatikan emosi dan perasaan orang lain. Mungkin tidak begitu mampu menangani perasaan negatif yang muncul saat dihadapkan pada situasi sulit. Cenderung tidak tenang dan tidak siap, serta cenderung mudah menjadi frustrasi ketika dihadapkan pada tekanan.

Kepercayaan Diri: Rendah

Tidak mungkin menampilkan kepercayaan diri terhadap keahlian maupun kemampuan diri sendiri. Cenderung tidak tampil sebagai pribadi yang independen dan asertif. Cenderung tidak mengambil inisiatif dan tidak bersedia membimbing orang lain ketika mereka dihadapkan pada situasi yang menantang. Cenderung bukan merupakan pribadi yang terbuka dan tidak nyaman bekerja di situasi yang berisiko.

Toleransi Stres: Sedang

Cukup efektif saat berhadapan dengan situasi penuh tekanan dengan bersikap tenang dan tidak terpengaruh untuk menyerah. Menampilkan usaha yang cukup untuk memastikan bahwa tugas dapat terselesaikan tepat waktu dan efisien. Cukup mampu bersikap optimis dan tidak mudah menyerah saat dihadapkan pada ketidakberhasilan pada beberapa tugas. Cukup mampu mengatasi tekanan di lingkup pekerjaan namun terkadang masih cenderung bersikap pasif saat menghadapi tekanan tersebut.

Orientasi Pada Pencapaian: Rendah

Tidak mungkin nyaman untuk menangani tugas yang berisiko. Tidak menunjukkan motivasi internal dari dalam diri untuk mendorongnya dalam pencapaian hasil yang optimal. Cenderung tidak menyusun standar yang tinggiuntuk diri sendiri maupun tim. Cenderung senang bekerja di area nyaman (comfort zone). Cenderung bergantung pada orang lain dalam hal penentuan tenggat waktu penyelesaian tugas dan tidak menetapkan standar pribadi.

Ketangkasan Belajar: Sedang

Cukup mampu belajar dari pengalaman, baik pengalaman yang terkait kesuksesan maupun kegagalan pribadi dan orang lain, untuk kemudian digunakan sebagai pembelajaran di masa datang. Cukup bersedia untuk terbuka pada pengalaman yang menantang dan juga kesempatan berkembang. Cukup mampu untuk menerapkan konsep, strategi, perilaku, maupun pengetahuan yang baru dalam rangka mengatasi masalah yang kompleks. Tidak begitu terpaku pada pendekatan konvensional.

Menangani Proses Sales
Values shown in above chart are sten scores
Rendah Sedang Tinggi
Orientasi Pada Hasil: Rendah

Kurang menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam lingkup pekerjaan. Kurang aktif memastikan bahwa hasil yang diharapkan dapat tercapai, dan cenderung kurang mempertimbangkan kualitas dari hasil kerja pribadi. Kurang fokus pada upaya mencapai hasil kerja yang terbaik, tanpa adanya kesalahan. Cenderung kurang menunjukkan kemampuan yang efektif dalam mengelola sumber daya yang tersedia dan kurang mengupayakan unit mencapai efisiensi yang optimal. Kurang fokus untuk menetapkan sasaran yang menantang untuk diri sendiri maupun tim.

Perencanaan dan Pelaksanaan Proses: Rendah

Kurang efektif dalam mengidentifikasi masalah dan mengalami kendala dalam melihat masalah dari perspektif yang luas. Menemui kesulitan dalam proses perencanaan dan penyusunan strategi. Kurang menunjukkan rasa kepemilikan pada proses awal pengerjaan tugas sampai dengan tujuan tercapai. Kurang menyediakan dukungan yang memadai dalam rangka membantu tim untuk mengatasi hambatan yang terjadi, dan kurang berupaya agar tim memiliki antusiasme dan semangat yang sama. Kurang intensif dalam delegasi, dan kurang memberikan arahan serta sumber daya yang memadai bagi tim untuk dapat mengeksekusi rencana dengan baik. Kurang intensif dalam monitoring yang kontinu terhadap kemajuan tim terkait pencapaian sasaran.

Mengambil Inisiatif: Sedang

Cukup terbuka terhadap pengalaman dan peluang baru, dan cukup mampu menunjukkan inisiatif baru di lingkup pekerjaan. Cukup fleksibel dan menunjukkan motivasi internal yang kuat dari dalam diri melalui berbagai usulan tentang ide-ide baru. Cukup mampu menampilkan pandangan pribadi dan cukup mampu mempengaruhi ataupun mengarahkan orang lain ketika dibutuhkan.

Penggalian Informasi: Sedang

Menampilkan kemampuan yang memadai dalam mengumpulkan dan mengorganisasikan data, fakta, dan informasi secara metodik dan efisien, yang dibutuhkan dalam rangka menyelesaikan masalah di lingkup pekerjaan serta dalam membuat keputusan yang efektif. Mampu mencari peluang dan kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan juga cukup berupaya menggali ide-ide baru.

Ketekunan: Rendah

Kurang menunjukkan keinginan kuat dalam menyusun target personal yang tinggi dalam rangka mencapai hasil terbaik. Kurang dapat menyikapi situasi secara tenang dalam mengatasi masalah. Kurang fokus dalam mengerahkan seluruh usaha untuk mencapai target. Kurang menempatkan tanggung jawab personal dan rasa memiliki terhadap berbagai tantangan yang dihadapi di pekerjaan. Agak kesulitan menghadapi tugas yang terstruktur dan dalam implementasi rencana, begitu pula dalam menyelesaikan tugas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mencapai target bisnis. Kurang fleksibel dan kurang menampilkan upaya kuat untuk mencapai hasil yang telah ditetapkan.

Membina Relasi Dengan Klien
Values shown in above chart are sten scores
Rendah Sedang Tinggi
Empati: Sedang

Cukup mampu mengenali dan memahami perasaan maupun kebutuhan orang lain, dan cukup mampu memperhatikan kondisi emosi orang lain dengan baik. Cukup mampu menampilkan diri sebagai orang yang ramah, dan cukup mampu mempertimbangkan perasaan orang lain dalam pengambilan keputusan. Cukup mampu menentukan motivasi dan niat orang lain terhadap dirinya.

Berjejaring dengan Orang: Rendah

Tidak mungkin berupaya menampilkan diri sebagai pribadi yang hangat dan ramah, kurang menunjukkan ketertarikan dalam bersosialisasi dan membangun kontak serta relasi dalam rangka mendapatkan peluang. Cenderung kurang menampilkan kemampuan yang efektif dalam mengembangkan jaringan dan menggunakan hal tersebut guna pengembangan diri. Kurang percaya diri dan kurang mampu mengakomodasi kepentingan orang lain.

Memengaruhi Orang Lain: Rendah

Tidak mungkin mampu mempersuasi orang lain untuk mengambil tindakan tertentu. Kurang mampu mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai faktor yang bisa jadi mempengaruhi orang lain untuk mengambil tindakan tertentu. Kurang efektif dalam mempengaruhi orang lain dan bukan merupakan negosiator ulung.

Orientasi Pada Layanan Pelanggan: Rendah

Kurang mampu merespon kebutuhan pelanggan dengan baik, maupun dalam menangani keluhan pelanggan. Kurang mampu mengidentifikasi calon pelanggan yang potensial, dan kurang mengedepankan kualitas layanan yang baik bagi para pelanggan. Kurang memahami dan memenuhi harapan pelanggan. Kurang mampu memodifikasi cara kerja serta kurang beradaptasi dengan kebutuhan maupun karakteristik pelanggan.

Ketajaman Berbinis
Values shown in above chart are sten scores
Rendah Sedang Tinggi
Kesadaran Pasar: Rendah

Kurang menyukai kegiatan intelektual dan kurang mencari informasi yang lebih banyak mengenai pengetahuan baru yang terkait dengan kebutuhan bisnis. Kurang menampilkan adanya ketertarikan untuk memahami proses bisnis dan lingkungan eksternal organisasi. Kurang termotivasi untuk mencapai hasil yang signifikan dan kurang proaktif. Kurang menunjukkan upaya yang kuat untuk memastikan bahwa permintaan pelanggan dapat terpenuhi melalui pemberian rekomendasi mengenai solusi mana yang paling tepat untuk kebutuhan mereka. Kurang menunjukkan kemampuan pengorganisasian tugas secara sistematis saat diharuskan untuk merencanakan sebuah proyek. Kurang menunjukkan adanya upaya untuk menganalisis kondisi market, kondisi ekonomi, dan nilai kompetitif perusahaan dibandingkan dengan kompetitor, serta kurang berupaya memahami dampak keseluruhan hal tersebut terhadap tujuan organisasi secara keseluruhan.

Penyelarasan Strategis: Rendah

Tidak mungkin berupaya mengembangkan jaringan dan jarang membangun aliansi bisnis. Kurang menampilkan upaya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal organisasi, untuk membangun relasi yang strategis dan mencapai tujuan bersama. Tidak mungkin Cukup mampu mengimplementasikan tujuan strategis dan tidak selalu menyelaraskan tujuan antar unit di organisasi. Tidak mungkin memastikan tujuan tim konsisten dan sejalan dengan rencana strategis unit maupun organisasi. Tidak mungkin menyelaraskan model business proses dan budaya kerja dengan tujuan utama bisnis dan nilai-nilai utama organisasi.

Membangun Merek: Sedang

Cukup mampu mengembangkan ekuitas merek, dan cukup mampu mengkomunikasikan produk maupun layanan kepada pelanggan, serta cukup mampu menyediakan dukungan yang efisien untuk para pelanggan. Cukup mampu mempertahankan brand positioning dan cukup mampu memenuhi ekspektasi pelanggan, serta cukup memahami kebutuhan dan nilai-nilai pelanggan.

Keterampilan Kepemimpinan
Values shown in above chart are sten scores
Rendah Sedang Tinggi
Manajemen Tim: Rendah

Tidak mungkin efektif dalam mengelola tim. Kurang mampu memberikan panduan kepada tim, begitu pula dalam memonitor kemajuan tim dan dalam mengantisipasi kendala yang akan muncul, serta kurang efektif dalam melakukan perubahan yang memang diperlukan untuk memastikan tim dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kurang memahami perbedaan individual yang ada, dan kurang efektif dalam melakukan coaching dan mentoring dalam rangka mengembangkan anak buah. Kurang berupaya memotivasi dan mendorong anak buah untuk terus belajar. Kurang memperhatikan kondisi emosi orang lain dan juga dalam memahami dan mendengarkan masalah yang dialami anak buah. Kurang efektif dalam menyampaikan umpan balik yang sesuai untuk anak buah dan belum benar-benar memastikan apakah mereka bertindak selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Negosiasi dan Persuasi: Rendah

Kurang efektif dalam bernegosiasi dan mempengaruhi orang lain. Kurang efektif dalam memanfaatkan posisi seseorang dalam rangka negosiasi, serta kurang efektif dalam membantu orang lain memahami isu yang sedang terjadi. Kurang kreatif dan kurang berpikir diluar dari apa yang sudah ada, guna mengidentifikasi alternatif solusi yang sesuai dengan kebutuhan para stakeholder. Kurang berupaya mengembangkan strategi yang dapat mempersuasi orang lain, terutama dalam situasi yang sensitif maupun penuh tekanan.

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan Konsultatif: Sedang

Cukup mungkin mampu berpikir inovatif out of the box untuk menelesaikan berbagai masalah. Seringkali cenderung menganalisis masalah secara efektif melalui curah pendapat dan kadangkala membuat keputusan yang tepat tanpa melewati tenggat waktu atau menyebabkan keterlambatan dalam pelayanan. Seringkali cenderung mengembangkan solusi kreatif dan efektif meskipun tidak ada informasi dan kerangka waktu yang singkat. Mungkin cukup kreatif dalam berpikir dan mengintegrasikan data secara logis untuk sampai pada solusi. Seringkali cenderung untuk memecahkan masalah dan kadang-kadang mengambil keputusan melalui konsultasi dengan anggota tim lainnya. Terkadang memprediksi hasil dari alternatif untuk memecahkan masalah dengan berkonsultasi dengan anggota tim. Seringkali cenderung untuk menangani hubungan antar masalah secara tepat.

Memimpin dengan Teladan: Rendah

Tidak mungkin berupaya untuk memimpin dengan contoh perilaku sesuai dengan standar perilaku yang diharapkan organisasi. Tidak mungkin bersikap profesional, mendukung sikap profesional orang lain dan mengatasi setiap pelanggaran Tidak mungkin melakukan apa yang dikatakan,walk the talk dan tidak mungkin menjadi teladan, jarang menunjukkan karakter pribadi yang mendukung budaya menang winning culture yang membantu tim untuk merasa lebih percaya diri dengan apa yang mereka kerjakan.

Pemikiran Logis: Rendah

Tidak mungkin menujukkan kemampuan untuk merancang, menganalisis dan mengevaluasi informasi maupun masalah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Cenderung mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan yang baik, cenderung kurang menggunakan informasi yang luas dan kurang menggunakan bukti-bukti yang relevan dalam proses pengambilan keputusan. Kurang mampu menganalisis maupun mengevaluasi bukti-bukti maupun masalah secara logis, dan mengalami kesulitan ketika diharuskan untuk menentukan solusi yang tepat. Kurang mampu membedakan satu masalah dengan masalah lainnya. Kurang mampu membuat opini dengan sudut pandang yang luas. Mungkin tidak sangat baik dalam merencanakan proses dan strategi.

Motivasi Utama Dalam Karir
Rasa Aman dan Stabilitas

Cenderung menilai bahwa sisi aman dari pekerjaan sangatlah penting, baik dari sisi sosial maupun finansial. Cenderung senang dengan pekerjaan yang bersifat permanen dan posisi yang memang dapat diandalakan.

Potensi Kelemahan

Mungkin merasa tidak nyaman dan gelisah selama perubahan radikal di tempat kerja dan dalam kasus-kasus tertentu mungkin juga menunjukkan rasa tidak aman dan gelisah ketika pegawai baru dipekerjakan untuk posisi yang sama.

Bagaimana cara membuat orang tetap termotivasi?

Menawarkan rencana karir yang stabil dan menjelaskan prospek perkejaan jangka panjang Berikan berbagai proyek yang tampaknya menggambarkan rentang periode waktu yang lama, sehingga individu tersebut yakin bahwa ia memiliki cukup alasan untuk dipertahankan setidaknya sampai proyek tersebut selesai.

Kompetisi dan Tantangan

Cenderung punya keinginan untuk membuktikan kemampuan diri untuk menjadi yang terbaik dalam melakukan tugas. Cenderung termotivasi bekerja lebih keras saat diberikan kesempatan untuk berkompetisi dengan orang lain.

Potensi Kelemahan

Cenderung menjadi terlalu bersikap kompetitif dan agresif dalam bekerja dan mungkin berakhir memaksakan diri umtuk melaksanakan tugas yang seharusnya tidak diperlukan

Bagaimana cara membuat orang tetap termotivasi?

Senantiasa berikan berbagai tantangan baru dengan target dan tujuan yang jelas,mengenal lebih banyak karyawan yang menikmati semangat kompetisi yang baik dan menciptakan tujuan agar mereka berkompetisi dan bekerja sama, meningkatkan rasa persahabatan yang positif.

Test Log