Kontak KamiGabung
online-assessment
online-assessment
Kontak KamiGabung
online-assessment
online-assessment
/assets/pbt/aboutTest.svg
/assets/pbt/skills.svg
/assets/pbt/customize.svg
/assets/pbt/features.svg
All Tests >Tes Berpikir Kritis

Tes Kemampuan Berpikir Kritis untuk merekrut kandidat dengan kemampuan logika dan kemampuan menilai

Perusahaan di seluruh Indonesia beroperasi di tengah pasar yang semakin dinamis, sehingga karyawan dituntut untuk menilai informasi secara objektif, menyelesaikan masalah yang belum pernah dihadapi sebelumnya, dan mengambil keputusan yang tepat di bawah tekanan. Tes Kemampuan Berpikir Kritis Mercer membantu perusahaan mengidentifikasi kandidat yang mampu menganalisis situasi secara logis, mengenali asumsi, mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta. Dengan mengukur kemampuan penalaran yang penting tersebut, tes ini membantu perekrut mengambil keputusan dengan lebih percaya diri sekaligus menemukan individu yang mampu menghadapi berbagai tantangan di tempat kerja.

Tentang Tes Kemampuan Berpikir Kritis Mercer

Berpikir kritis merupakan kemampuan kognitif dasar yang memungkinkan seseorang mengevaluasi informasi secara objektif, menganalisis berbagai perspektif, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang. Kemampuan ini berperan penting dalam pemecahan masalah di tempat kerja, khususnya pada posisi yang membutuhkan penilaian yang tepat, penalaran analitis, dan pengambilan keputusan berdasarkan bukti. 

Banyak perusahaan di Indonesia menjadikan tes kemampuan berpikir kritis sebagai bagian penting dari proses rekrutmen untuk mengidentifikasi kandidat yang mampu menghadapi berbagai tantangan secara logis dan bekerja secara efektif dalam lingkungan kerja yang kompleks.  Sebagai bagian dari rangkaian tes bakat Mercer untuk rekrutmen di Indonesia, Tes Kemampuan Berpikir Kritis mengevaluasi kemampuan kandidat dalam mengenali asumsi, menilai kekuatan argumen, dan menarik kesimpulan yang valid berdasarkan informasi yang tersedia. 

Jika dipadukan dengan tes penalaran numerik, kemampuan verbal, dan penalaran abstrak, tes ini membantu perusahaan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan kognitif kandidat sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan rekrutmen yang lebih objektif dan berdasarkan informasi yang memadai untuk berbagai posisi. 

 

Mengapa Tes Kemampuan Berpikir Kritis Penting dalam Rekrutmen di Indonesia? 

Di Indonesia, banyak perusahaan mencari karyawan yang mampu menghadapi tantangan bisnis yang kompleks, sehingga berpikir kritis menjadi kompetensi penting dalam proses rekrutmen masa kini. Tes Kemampuan Berpikir Kritis Mercer membantu perusahaan mengevaluasi kemampuan penalaran kandidat secara objektif sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi kandidat yang mampu menganalisis informasi, mengambil keputusan yang tepat, dan menyelesaikan masalah di tempat kerja dengan percaya diri. 

  • Membantu proses rekrutmen di lingkungan kerja yang terus berubah: Seiring bisnis mengadopsi transformasi digital dan menghadapi pengambilan keputusan yang semakin kompleks, perusahaan semakin menghargai kandidat yang mampu mengevaluasi informasi secara objektif, mengenali pola, dan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam lingkungan yang dinamis. 
  • Mendukung proses rekrutmen lulusan secara massal di Indonesia: Forum Human Capital Indonesia (FHCI), yang mengelola rekrutmen untuk banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengevaluasi kemampuan analitis dan penalaran dalam proses rekrutmen Officer Development Program (ODP). Tes Kemampuan Berpikir Kritis membantu perusahaan mengidentifikasi kandidat yang menunjukkan potensi kuat dalam pengambilan keputusan. 
  • Menyederhanakan proses rekrutmen massal: Perusahaan perbankan terkemuka serta program Management Trainee (MT) dan Officer Development Program (ODP) menerima banyak lamaran setiap tahunnya. Tes Kemampuan Berpikir Kritis yang terstandar membantu menyaring kandidat secara efisien dan objektif sebelum masuk ke tahap wawancara dan assessment center. 
  • Menggunakan pendekatan asesmen yang sudah familier: Banyak kandidat di Indonesia telah mengenal Tes Potensi Akademik (TPA) yang merupakan tes kemampuan kognitif yang diakui secara luas. Tes Berpikir Kritis Mercer memberikan penilaian yang lebih terfokus pada kemampuan penalaran di tempat kerja dengan mengukur kemampuan kandidat dalam mengenali asumsi, mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan. 
  • Mendukung keputusan rekrutmen yang lebih aman dan berdasarkan data: Tes ini menghasilkan skor yang terstandar dan objektif untuk membantu mengurangi bias sekaligus mengidentifikasi kandidat yang mampu menyelesaikan masalah secara mandiri, mengevaluasi informasi secara sistematis, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang. 

 

Apa Saja yang Diukur dalam Tes Kemampuan Berpikir Kritis Ini? 

Tes Kemampuan Berpikir Kritis Mercer dirancang untuk mengevaluasi seberapa efektif kandidat dalam menganalisis informasi, menilai kemampuan penalaran, dan mengambil keputusan secara logis dalam berbagai skenario di tempat kerja. Tes ini mengukur kemampuan berpikir kritis melalui serangkaian soal yang secara khusus dirancang untuk menyimulasikan tantangan penalaran yang dihadapi dalam situasi nyata. 

  • Dalam tes ini, kandidat akan diberikan sebuah situasi sebagai dasar pertanyaan, yang kemudian diikuti oleh empat pernyataan terkait asumsi, argumen, atau kesimpulan. Kandidat harus menentukan pernyataan mana yang mengandung asumsi, mengidentifikasi apakah suatu argumen kuat atau lemah, serta mengevaluasi apakah kesimpulan yang diberikan didukung secara logis oleh informasi yang tersedia. 
  • Dirancang oleh para ahli asesmen, tes ini terdiri atas 21 soal yang perlu diselesaikan dalam waktu 30 menit. Soal disusun dalam tiga tingkat kesulitan, yaitu mudah, sedang, dan menantang, untuk memberikan penilaian yang seimbang terhadap kemampuan berpikir kritis kandidat. 
  • Tes ini dikembangkan sesuai dengan pedoman yang diakui secara internasional untuk pengujian pendidikan dan psikologi, sehingga memberikan pendekatan yang terstruktur dan tervalidasi secara ilmiah dalam mengevaluasi kemampuan berpikir kritis. 

 

Posisi apa saja yang dapat dinilai menggunakan Tes Kemampuan Berpikir Kritis? 

Analis 

  • Analis bertugas mengumpulkan, menginterpretasikan, dan mengevaluasi data yang kompleks dan berlapis untuk mengidentifikasi tren, memecahkan masalah bisnis, serta memberi rekomendasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tes Kemampuan Berpikir Kritis membantu perusahaan mengidentifikasi kandidat yang mampu menilai informasi secara objektif, membedakan fakta dari asumsi, serta menarik kesimpulan yang logis untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif. 

Eksekutif 

  • Eksekutif bertugas mengembangkan strategi organisasi, mengawasi operasional, mengelola anggaran, dan mengambil keputusan penting yang berdampak pada kinerja bisnis. Tes Kemampuan Berpikir Kritis memungkinkan perekrut mengidentifikasi pemimpin yang mampu mengevaluasi situasi kompleks, menganalisis berbagai sudut pandang, dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan bukti dalam lingkungan bisnis yang bergerak cepat. 

Data Scientist 

  • Data scientist bertanggung jawab mengumpulkan, menyiapkan, dan menyaring kumpulan data dalam jumlah besar untuk menggali wawasan, mengembangkan alat prediksi, serta menyelesaikan tantangan bisnis yang kompleks. Tes Kemampuan Berpikir Kritis membantu perusahaan mengidentifikasi profesional yang mampu mengevaluasi data masukan secara objektif, menerapkan penalaran logis, serta mengambil keputusan yang tepat saat menginterpretasikan data dan mengembangkan solusi analitis. 

Sesuaikan Tes Ini

Dapat menyesuaikan tes dengan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan Anda

Atur tingkat kesulitan tes

Pilih tingkat pertanyaan "mudah, sedang, atau sulit" dari daftar keterampilan kami untuk menilai kandidat dengan tingkat pengalaman yang berbeda.

Gabungkan beberapa keterampilan menjadi satu tes

Tambahkan beberapa keterampilan dalam satu tes untuk membuat penilaian yang efektif. Nilai beberapa keterampilan secara bersamaan.

Tambahkan pertanyaan Anda sendiri ke dalam tes

Anda dapat tambahkan, edit, atau unggah soal pemrograman, pilihan ganda, dan soal pemecahan masalah milik sendiri dalam jumlah banyak sekaligus, dan lain-lain.

Pesan tes yang dibuat secara khusus

Dapatkan penilaian khusus yang dibuat dengan bantuan ahli di bidang kami untuk memastikan penyaringan yang efektif.

Kelebihan Mercer | Mettl

Frequently Asked Questions (FAQs)

Tes Kemampuan Berpikir Kritis mengukur kemampuan kandidat dalam menggunakan penalaran logis untuk menghadapi situasi yang tidak terduga dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai. Tes ini mengevaluasi tiga kemampuan utama: mengenali asumsi, menilai kekuatan argumen, dan menarik kesimpulan yang valid berdasarkan informasi yang tersedia. Kemampuan tersebut membantu perusahaan mengidentifikasi kandidat yang mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan mengambil keputusan yang tepat di tempat kerja. 

Tes bakat umum dan tes IQ mengukur berbagai kemampuan kognitif secara luas, termasuk kemampuan verbal, penalaran numerik, penalaran abstrak, dan penalaran spasial.  Sementara itu, Tes Kemampuan Berpikir Kritis secara khusus berfokus pada kualitas proses penalaran kandidat dengan mengevaluasi seberapa efektif mereka mengidentifikasi asumsi, menganalisis argumen, dan menarik kesimpulan yang didukung oleh informasi yang tersedia, bukan sekadar mengukur kemampuan kognitif secara keseluruhan. 

Tes ini terdiri atas 21 soal dan dirancang untuk diselesaikan dalam waktu 30 menit. Setiap soal menyajikan suatu situasi sebagai dasar pertanyaan, yang kemudian diikuti oleh beberapa pertanyaan lain. Kandidat perlu mengidentifikasi asumsi, mengevaluasi argumen, atau menentukan apakah kesimpulan yang menyertainya didukung secara logis oleh informasi yang diberikan. 

Tes Kemampuan Berpikir Kritis memiliki tingkat kesulitan sedang dan mencakup soal dengan tingkat kesulitan mudah, sedang, dan sulit. Soal-soal tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis kandidat dengan tingkat kemampuan yang beragam. Tes ini sesuai untuk kandidat dengan pengalaman kerja 0–2 tahun dan juga dapat digunakan untuk mendukung proses rekrutmen pada posisi manajemen tingkat menengah dan senior. 

Ya. Tes ini sesuai untuk merekrut lulusan baru, Management Trainee (MT), dan Officer Development Program (ODP) di Indonesia. Tes ini memberikan cara yang objektif bagi perusahaan untuk mengevaluasi kemampuan penalaran dan menyaring kandidat secara efisien dari jumlah pelamar yang besar sebelum masuk ke tahap wawancara dan assessment center.

Ya. Tes ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan rekrutmen perusahaan dengan mengatur tingkat kesulitan soal, dan dapat dipadukan tes Mercer lainnya seperti Tes Penalaran Numerik atau Tes Kemampuan Verbal, maupun soal yang berkaitan dengan perusahaan. Mercer juga dapat mengembangkan tes yang sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan posisi dan kerangka kompetensi perusahaan Anda. 

Dipercaya oleh lebih dari 6.000 klien di seluruh


Solusi
Produk
Perusahaan
Pusat Pengetahuan
Hubungi kami

Diundang untuk tes?

Ikuti tes

ASPASP
ISO-27001ISO-9001TUV
NABCBAICPAGDPR

2026 Marsh, All Rights Reserved